Showing posts with label Juara. Show all posts
Showing posts with label Juara. Show all posts

Tuesday, February 19, 2013

Sananta Sempat Kewalahan Hadapi Juara Bertahan

AppId is over the quota
Adrian Fajriansyah Smash keras pemain Jakarta BNI 46 Dwi Sistin Yoga (putih) coba diblok oleh pemain Jakarta Sananta Indocement Ahmad Fadli (hitam). Pertandingan sengit yang berlangsung dalam empat set ini terjadi dalam kompetisi bola voli BSI Proliga 2013 di Hall Basket A Senayan, Jakarta, Sabtu (16/2/2013).

JAKARTA,KOMPAS.com- Memiliki pemain hebat sekaliber Rudi Tirtana, tim voli putra Jakarta Sananta Indocement tetap saja kewalahan menghadapi tim voli putra Jakarta BNI 46 dalam lanjutan BSI Proliga yang memasuki hari kedua di pekan pertama.

Sananta yang kalah di set pertama memaksa BNI 46 untuk menjalani laga dalam empat set dengan skor 22-25, 32-30, 25-23, 25-23 di Hall Basket A Senayan Jakarta, Sabtu (16/2) malam.

Pemain terbaik Proliga 2012 lalu I Nyoman Rudi Tirtana sejatinya merupakan pemain yang diandalkan oleh pelatih Jakarta Sananta Indocemen I Nyoman Sudiantarayana. Sayang, peforma Rudi di set pertama tidak secemerlang saat ia dan timnya melawan tim Jakarta Pertamina Energi kemarin.

Bila kemarin Sananta mampu menaklukan Jakarta Energi Pertamina dalam tiga set langsung dengan skor 25-22, 25-20, 25-19, kali ini mereka harus menyerah di set pertama dengan skor 22-25.

Di set kedua, pertandingan berjalan atraktif. Sananta yang awalnya tertinggal jauh mampu mengejar ketertinggalan hingga memaksa pertandingan harus dilewati dengan tujuh kali deuce.

Ketenangan para pemain Sananta yang ada di bawah pimpinan kapten Ayip Rizal membuat mereka mampu mencuri kemenangan di set kedua ini dengan skor 32-30.

Para pemain BNI 46 yang didominasi para pemain muda kelahiran 90-an dengan mudah membuat kocar-kacir Jakarta Sananta lewat smash-smash kerasnya di awal set ketiga. Namun, pemain Jakarta Sananta tak hanya tinggal diam, tim yang menargetkan dapat menembus final four ini meladeni lawannya lewat blok rapat yang diperagakan Ahmad Grahari dan Heriyanto. Hasilnya, perlahan tapi pasti mereka kembali meraih kemenangan di set ketiga ini.

Kalah di set kedua dan ketiga, melecut semangat para pemain BNI 46 yang kali ini tidak bisa didampingi oleh pelatih kepala mereka, Hu Xin Yu, yang masih terganjal masalah KITAS (Kartu Ijin Tinggal Sementara). Para pemain BNI 46 yang bermain meledak-ledak emosional ternyata tetap tidak bisa membendung pengalaman yang telah dimiliki para pemain Jakarta Sananta.

Lewat smash kerasnya, Rudi Tirtana menutup pertandingan dengan kemenagan Jakarta Sananta 3-1.

Thursday, August 23, 2012

Hanya Alonso dan Vettel yang Berduel untuk Juara Dunia

AppId is over the quota
AFP Pebalap Red Bull Racing, Sebastian Vettel (kiri), dan pebalap Ferrari, Fernando Alonso.

KOMPAS.com - Rubens Barrichello yakin, pertarungan memperebutkan gelar juara dunia Formula 1 musim 2012 ini akan mengerucut hanya kepada dua pebalap, yaitu Fernando Alonso dan Sebastian Vettel.

Saat ini Alonso kokoh di puncak klasemen sementara. Pebalap Ferrari itu mengumpulkan total 164 poin, unggul 40 angka atas pebalap Red Bull Racing, Mark Webber. Sementara itu, Vettel, yang merupakan rekan setim Webber, ada di posisi ketiga dengan hanya tertinggal dua poin dari Webber. Pebalap McLaren, Lewis Hamilton, yang ada di posisi keempat terus memberikan ancaman, begitu juga dengan Kimi Raikkonen di urutan kelima, yang hanya terpaut satu poin dari Hamilton.

Meskipun jarak antara pebalap tersebut tak terlalu jauh, tetapi Barrichello yakin Vettel akan bangkit pada paruh kedua musim ini, yang akan dimulai di Spa-Francorchamps, Belgia, pada 2 September mendatang.

"Alonso sedang dalam penampilan terbaik dalam hidupnya," ujar Barrichello dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Auto Motor und Sport, pekan ini.

"Dia tidak memiliki mobil tercepat, tetapi dia mampu membuatnya menjadi yang terbaik dan sekarang para rival saling mengambil poin. Pada akhirnya, hasilnya adalah duel antara Alonso dan Vettel."

Mengenai rival lamanya dan juga mantan rekan setimnya di Ferrari, Michael Schumacher, Barrichello mengatakan bahwa dia akan mengalami masa yang sulit setelah kembali dari masa pensiun. Ini berbeda dengan Raikkonen, yang tampil impresif dalam debutnya setelah sempat hengkang dari F1 pascajuara dunia 2007.

Ya, Schumacher dan Raikkonen mengalami musim yang berbeda. Ketika Schumacher harus melewati lebih dari 40 balapan untuk bisa naik podium, Raikkonen justru hanya perlu empat seri untuk berdiri di podium bersama tim Lotus.

"Saya senang bahwa dia (Schumacher) memutuskan untuk kembali dan mendekati balapan ke-300 di F1. Saya tahu, akan sulit setelah tiga tahun istirahat.

"Tapi mengejutkan ketika Kimi justru mengalami masalah yang lebih sedikit."