Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Wednesday, January 16, 2013

Meiliana/Greysia Tersingkir, Indonesia Sisakan Tiga Wakil

AppId is over the quota
AP Ganda putri Indonesia, Meiliana Jauhari (kiri) dan Greysia Polii.

JAKARTA, Kompas.com - Ganda putri Indonesia, Meiliana Jauhari/Greysia Polii, gagal melanjutkan kiprah mereka di turnamen Korea Terbuka Superseries Premier. Pada babaka kedua turnamen berhadiah 1 juta dollar AS ini di Olympic Gymnasium, Seoul, Kamis (10/1/2013), Meiliana/Greysia ditaklukkan oleh unggulan ketiga dari Jepang, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dengan 22-20-22, 9-21, 5-21.

Di game pembuka, Meiliana/Greysia tampil sangat meyakinkan sehingga langsung melejit hingga keunggulan 18-12. Tetapi laju mereka tertahan, dan nyaris mengalami kekalahan ketika Misaki/Ayaka bisa mengejar, bahkan balik unggul hingga game point 20-18, sebelum Meiliana/Greysia bangkit dan menang 22-20.

Namun di dua game selanjutnya, Meiliana/Greysia tidak berkutik. Pasangan yang terkena diskualifikasi pada Olimpiade London 2012 ini tak mampu meladeni agresivitas lawannya, sehingga mereka menyerah dengan skor mencolok, 9-21 dan 5-21.

Dengan demikian, pupuslah harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar di sektor ganda putri. Pasalnya, dua wakil Tanah Air yang tampil di babak kedua ini semuanya kalah sehingga gagal melaju ke perempat final. Sebelumnya, Aprilsasi Putri Lejarsar Variella/Vita Marissa ditaklukkan unggulan keempat dari Korea Selatan, Jung Kyung Eun/Kim Ha-na.

Secara keseluruhan, hanya tiga wakil Indonesia yang maju ke babak perempat final. Di tunggal putra, Sony Dwi Kuncoro terus memelihara asa untuk meraih gelar setelah menang 21-14, 21-13 atas pemain Singapura Chen Yong Zhao Ashton, dan akan menghadapi pemain Jepang, Takuma Ueda.

Sedangkan di sektor ganda campuran, Indonesia meloloskan dua wakil. Pasangan terbaik Tanah Air yang merupakan unggulan kedua, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tak kesulitan maju ke perempat final dan akan bertemu unggulan keenam dari Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, dan pasangan kakak-beradik, Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth, bakal bertemu unggulan kelima dari Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam.

Friday, August 24, 2012

Taufik Hidayat Pasti Tampil di Indonesia Terbuka

AppId is over the quota

PALEMBANG, Kompas.com - Taufik Hidayat pasti tampil di turnamen Indonesia Open Grand Prix Gold Badminton Championship di Palembang, Sumatera Selatan, 25-30 September 2012.

"Panitia telah melakukan konfirmasi kepada Taufik dan telah menyatakan akan ambil bagian," kata Ketua PP PBSI Sumatera Selatan, Robert Heri, di Palembang, Kamis (16/8/2012).

Menurut dia, pada ajang itu panitia pelaksana akan membidik peringkat satu hingga sepuluh dunia untuk berlaga pada lima nomor yang dipertandingkan.

"Target kami untuk setiap nomor yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, harus ada peringkat sepuluh besar dunia," ujarnya.

Ia optimistis, ajang bintang tiga World Badminton Federation itu memiliki daya tarik tersendiri bagi pebulutangkis kelas dunia, karena menawarkan hadiah total Rp 1,2 miliar.

"Khusus untuk sepuluh besar peringkat dunia akan diberikan keringanan biaya akomodasi," katanya.

Sebanyak 500 hingga 700 pebulutangkis dari 20 negara diprediksi ambil bagian pada kejuaraan yang bakal digelar di Palembang Sport Convention Center. Menurut dia, panitia pelaksana masih merembukkan dengan segenap pihak terkait mengenai harga tiket masuk.

"Penonton tidak akan kecewa meski membayar. Selain menyaksikan atlet kelas dunia, juga mendapatkan sajian hiburan dari band asal ibu kota seperti d’massiv," ujarnya.

Pertandingan itu juga disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi swasta nasional.

"Kejuaraan ini dikemas seperti layaknya event kelas dunia dengan memakai 16 orang wasit bersertifikat BWF dan hakim garis wasit sertifikat nasional.

Sementara, Direktur Utama PTBA Milawarma sebagai sponsor mengatakan siap memberikan dukungan kepada pemerintah provinsi dalam menyelenggarakan kejuaraan skala internasional.

"Meski ajang ini skala internasional tapi pada prinsipnya masyarakat menginginkan pebulutangkis Indonesia mampu mengukir prestasi, dan kembali disegani pada panggung internasional," katanya.