Tuesday, February 19, 2013

Palembang Bank Sumsel-Babel Hantam Jakarta Elecktric PLN

AppId is over the quota

JAKARTA, KOMPAS.com- Tanpa butuh waktu lama, tim voli putra Palembang Bank Sumsel-Babel menaklukan lawannya, Jakarta Electric PLN lewat tiga set langsung.

Di pertandingan kedua hari kedua seri pedana BSI Proliga musim 2013 itu, tim kota Pempek berhasil menaklukan tim ibu kota, masing-masing dengan skor 25-18, 25-20, dan 25-22.

Pertandingan kedua tim berlangsung di Lapangan Basket Hall A Senayan Jakarta, Sabtu (16/2/2013) sore. Dalam pertandingan itu, kedua tim sama-sama memainkan pemain asingnya.

Namun, dengan aksi yang lebih brilian, pemain asing asal Kuba, Poey Romero Raydel, dan pemain asing asal Kanada, Maxwell Burt, yang dimiliki Palembang Bank Sumsel-Babel mampu mengatasi perlawanan dua pemain asing asal Brasil Diego Capolari Chiapetti dan Edinho Edison Candido yang dimiliki Jakarta Electric PLN.

Di set pertama, Palembang Bank Sumsel-Babel langsung mengambil alih jalannya pertandingan. Smash keras dari pemain asing yang didukung pemain lokal kawakan macam Brian Alfianto dan kaptennya Andri berhasil membuat kewalahan kubu lawan.

Tidak butuh waktu lama, sekitar 20 menit Palembang Bank Sumsel-Babel menaklukan Jakarta Electric PLN. Di set kedua, Jakarta Electric PLN mencoba bermain lebih baik. Namun, para pemain senior yang mendominasi Palembang Bank Sumsel-Babel kembali mengatasi perlawanan tim Jakarta Electric PLN.

Di set ketiga, lagi-lagi Jakarta Electric PLN mengambil inisiatif permainan yang agresif untuk memperpanjang napasnya. Akan tetapi, Palembang Bank Sumsel-Babel yang bermain dengan tenang dan lepas mampu meladeni permainan agresif tim ibu kota.

Beberapa smash keras para pemain asal Jakarta Electric PLN berhasil diblok oleh para pemain asal Palembang, dan sebaliknya. Hingga akhirnya, dengan tenang namun pasti Raydel yang gaya rambut serta perawakannya mengingatkan kita pada pemain sepakbola asal Italia Mario Balotelli, menutup pertandingan sore itu dengan smash kerasnya.

Penonton Tewas dalam Reli Skotlandia

AppId is over the quota

KOMPAS.com - Seorang penonton tewas saat berlangsungnya seri pembuka Snowman Rally di Skotlandia, Sabtu (16/2/2013) pagi. Akibatnya, seri pertama Scottish Rally Championship ini dibatalkan.

Kecelakaan itu terjadi pada putaran pertama dari event yang berlangsung di Inverness, Glen Urquhart, ketika sebuah mobil yang sedang berkompetisi terguling menuju area penonton di persimpangan dekat desa Balnain, di barat Loch Ness.

Akibatnya, seorang wanita 50 tahun langsung tewas dan seorang bocah berusia delapan tahun dibawa ke rumah sakit akibat cedera.

Monday, February 18, 2013

Ketika Usain Bolt di Lapangan Basket

AppId is over the quota

KOMPAS.com - Pelari tercepat dunia, Usain Bolt, ternyata tidak selalu menjadi yang tercepat. Di Houston, Amerika Serikat, Jumat (15/2/2013), Bolt dikalahkan pria yang jauh lebih pendek darinya, bahkan bukan seorang atlet.

Itu terjadi dalam pertandingan basket antarselebritas yang menjadi bagian dari NBA All-Star Weekend 2013. Pria itu adalah Kevin Hart, seorang komedian AS.

Di sela-sela pertandingan antara dua tim yang dibela Hart dan Bolt, mereka beradu cepat. Namun, karena ini acara basket, lomba antara keduanya bukanlah lomba lari, melainkan adu dribel. Mereka harus berlari dari bawah ring yang satu ke ring yang lain, memasukkan bola, lalu kembali ke ring semula, dan kembali memasukkan bola.

Dasar komedian, Hart memancing tawa penonton dengan mencurangi Bolt. Dia mencuri start dan menggiring bola lebih dulu. Sebaliknya, Bolt bertindak profesional dengan menunggu aba-aba, lalu mulai berlari.

Di bawah ring, Hart memasukkan bola dengan cara lay-up dan Bolt melakukan slam dunk di belakangnya. Hart mengambil bola, berlari ke tempat start, dan melakukan lay-up sekali lagi. Bolt berada tepat di belakangnya dan kali ini melakukan lay-up.

Merasa menang, Hart bergaya seperti perayaan kemenangan Bolt di lintasan lari. Dia mengangkat tangan kiri dan kanannya di depan dada, seperti merentang busur panah. Semua penonton tertawa dan Bolt memeluk Hart sambil tersenyum.

Pertandingan basket antarselebritas ini adalah salah satu mata acara NBA All-Star yang diselenggarakan setiap Februari di kota yang berbeda setiap tahun. Pemainnya adalah mantan pemain NBA dan WNBA, artis, politisi, penyiar TV, dan atlet nonbasket.

Mereka yang menjadi bagian dari acara kali ini, antara lain, Menteri Pendidikan Arne Duncan, penyanyi Ne-Yo, dan penyanyi rap Common. Hadir juga beberapa mantan pemain NBA, seperti Dikembe Mutombo, Sean Elliott, dan Clyde Drexler.

Di permainan ini, Bolt yang membela Tim Timur terlihat tidak terlalu piawai bermain basket. Namun, sebagai bintang, penampilannya menghibur penonton yang hadir di Toyota Center, terutama dengan aksi slam dunk-nya.

"Saya bermain untuk bersenang-senang, tetapi lawan bermain serius dan tidak memberi saya kesempatan," kata Bolt beralasan tentang kekalahan timnya, 38-59, dari Tim Barat.

Pelari berusia 26 tahun ini sebenarnya tidak asing dengan basket. Namun, dia hanya sempat memainkannya saat anak-anak. "Tentu saja, saya lebih senang bermain bola. Namun, saya juga menyenangi basket," kata Bolt yang pernah mengatakan akan beralih menjadi pemain sepak bola atau kriket seusai Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Selain pertandingan antarselebritas, NBA All-Star juga menyuguhkan kompetisi slam dunk, tembakan tiga angka, pertandingan antar-rookie, dan pertandingan bintang dari Tim Wilayah Barat melawan Timur sebagai puncak. (reuters/eca)