Friday, January 11, 2013

Triyaningsih Tampil di Piala Panglima TNI

AppId is over the quota
KOMPAS/AGUS SUSANTO Pelari Indonesia Triyaningsih merayakan kemenangan dalam final lari maraton putri SEA Games XXVI/2011 di Palembang, Rabu (16/11/2011). Triyaningsih meraih emas dengan catatan waktu tercepat dua jam 45 menit 35 detik.

SEMARANG, Kompas.com - Peraih tiga medali emas SEA Games 2011, Triyaningsih, dipastikan tampil pada kejuaraan atletik Piala Panglima TNI di Lintasan Atletik Padjadjaran Sport Center Bandung, Jawa Barat, 23-26 Januari 2013.

"Triyaningsih sudah minta kepada saya untuk didaftarkan ikut pada Piala Panglima TNI. Dia minta didaftarkan untuk dua nomor lari yaitu 5.000 dan 10.000 meter," kata Bendahara Pengprov PASI Jateng Erma Subasir di Semarang, Kamis (10/1/2013).

Ia mengakui, memang untuk atlet pelatnas hanya diperbolehkan turun satu nomor. "Triyaningsih tetap didaftarkan pada dua nomor tetapi soal keputusannya nanti akan dilihat pada saat acara temu teknik," katanya.

Triyaningsih, kata dia, juga menyatakan soal apakah ikut lari 5.000 atau 10.000 meter tergantung pada kemantapan dirinya sendiri. "Nanti saat temu teknik, dia sendiri yang akan menentukannya," katanya.

Pada kejuaraan atletik Piala Panglima TNI tersebut, kata dia, Jawa Tengah bakal menerjunkan 15 atlet termasuk Triyaningsih yang akan turun pada semua nomor yang dipertandingkan pada kejuaraan tersebut.

Dari 15 atlet yang akan diterjunkan Jateng, lanjut dia, tidak termasuk peraih dua medali emas SEA Games yaitu Agus Prayogo karena pelari asal Kota Magelang, Jateng, tersebut turun atas nama tim TNI AD.

Ke-15 atlet Jateng yang tampil pada kejuaraan tersebut di antaranya Triyaningsih, Dwi Ratnawati (lempar cakram), Krisna Wahyu (tolak peluru), Yuarisdianto (tolak peluru), Muhammad Rusmanto (lempar lembing putra).

Kemudian Dian Kartika Ratnasari (lempar lembing putri), Tri Sutrisno (lari 3.000 meter halang rintang dan cross country), Haryanto (lari 3.000 halang rintang dan cross country), Unik Setyorini (10 ribu meter dan cross country), Novita Andriyani (3.000 halang rintang dan cross country).

Menyinggung soal peluang atlet Jateng, dia mengatakan, peluang untuk meraih medali emas terbuka lebar terutama dari Triyaningsih, Dwi Ratnawati, Rusmanto dan Dian Kartika Ratnasari (lempar lembing putra-putri). Kemudian Krisna Wahyu untuk tolak peluru karena yang bersangkutan adalah peraih medali emas di nomor spesialisasinya pada PON 2012.

Ia menambahkan kejuaraan atletik Piala Panglima TNI di Bandung ini tidak sekadar memperebutkan medali tetapi juga menyediakan hadiah uang pembinaan, yaitu juara pertama atau peraih medali emas mendapat Rp 4 juta, runner-up Rp 2 juta, dan peringkat ketiga Rp 1 juta.

Sementara itu pelari nasional asal Jateng Agus Prayogo mengatakan, dirinya hanya turun pada nomor lari 5.000 meter karena aturannya atlet pelatnas hanya boleh turun pada satu nomor lomba.

"Saya berusaha menjadi yang terbaik di kejuaraan ini dengan meraih medali emas dan saingan saya tetap seperti PON 2012 yaitu pelari pelatnas asal Sumatera Selatan Jauhari Johan," katanya.

Thursday, January 10, 2013

Tontowi/Liliyana and Sony get away

AFP/ADEK BERRY Indonesia mixed doubles, Tontowi Ahmad (left) and Liliyana Natsir.

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia passed Tontowi Liliyana Natsir/Ahmad and Sony Dwi Kuncoro to the quarter-finals of Korea Open Superseries premiere, Thursday (10/1).

In the second round match at the Olympic Gymnasium, Seoul, Tontowi/Liliyana highlights in second place to get rid of a double origin of Japan, Kenichi Hayakawa/Misaki Matsumoto. They won easily 21-4, 21-11 in 21 minutes.

In the meantime, the only representative of the men's singles Sony Dwi Kuncoro, also advanced to the quarter-finals. Sony got rid of Singapore players, Ashton Chen Yong Zhao, 21-14, 21-13. Sony will face players Japan, Takumi Ueda.

However, other mixed doubles, Muhammad Rizal/Debby Susanto, failed to pitch into the quarter-finals after losing to Korea doubles, Kim Ki Jung/Jun Kyung Eun, 20-22, 14-21.

The prize money for WTA Tour up 10 Percent

ST.PETERSBURG, Kompas.com -the amount of prize money for the women's tennis tour will increase more than 10 percent this year. Such WTA statement, Wednesday (9/1/2013).

In his statement, the highest authority of the women's tennis said that total prize money for the 54 event in 2013, not including the grand slam tournaments, will go up from 53,3 million US dollars to 14,500 million US dollars.

The tour will return to Poland in 2013 with an event in April. Last summer, Agnieszka Radwanska of Poland became the first finalist at a grand slam since 1939.

2014 calendar will be added to the tournament in Wuhan, China, and Hong Kong. Li Na, the French Open champion, came from Wuhan, which will host the women's tournament is the new Tokyo succeeded. It will feature at least seven of the top 10 players at the end of the year.

Brazil will also be added to the calendar. There will be a tournament in Florianopolis in 2013, and another in Rio de Janeiro in 2014.